The possibilities of code, dalam kode kita menemukan dunia, membaca berbagai informasi dan juga bertukar ide dan inovasi.

Sudah tidak mengherankan bila saat ini banyak aplikasi bertebaran memberikan keuntungan dalam membantu tugas-tugas manusia. Dulu mungkin kita hanya berfikir tentang mobil terbang, mobil dengan kemudi otomatis, jet pack, robot canggih dsb, namun di era ini semua itu tidak lagi mimpi, bahkan beberapa di antara semua angan-angan itu sudah ada dan terealisasi saat ini.

Memang dunia berjalan begitu cepat hingga kita pun tidak sadar bahwa kita sudah hidup di masa depan, dimana jarak bukan lagi hal yang perlu dirisaukan, dimana informasi dapat dengan mudah didapat secara gratis dan cepat, dimana sebuah sistem atau aplikasi dapat dengan mudah diwujudkan dengan cost serendah mungkin (cloud service). Bahkan yang tidak pernah kita sadari sebelumnya adalah seperti saat kita bisa berkomunikasi secara jelas hanya dengan menggunakan koneksi internet, membuat kegiatan telepon tidak lagi menjadi aktivitas yang sering dilakukan. SIngkat kata dunia kita mulai berubah dengan adanya teknologi.

Dunia sudah membuktikan dengan beberapa pioneer yang terlahir di bidang ini, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Bill Gates, Elon Musk dan banyak lagi figur-figur terkenal yang melakukan perubahan dunia melalui teknologi. Saya pun tidak bisa memungkiri bahwa saya sangat mengagumi tokoh-tokoh tersebut, karena elalui sejarah perjuangan mereka-lah kita bisa mengambil intisari khusus yang memang diperuntukan bagi para “calon inovator” berikutnya.

Tapi dibalik semua itu jika di runut lebih dalam, dapat dikatakan berawal dari hasil kompilasi baris-baris kode, dari beribu-ribu test dilakukan, dan ratusan improvisasi di sana-sini demi membentuk aplikasi yang selaras dengan kebutuhan kita. Bisnis tidak lagi terbentuk dari “lobi-lobi mahal” bernilai ratusan juta, atau dengan “mengejar” pelanggan bergrilya di sana-sini, namun dengan konsistensi dan strategi yang kreatif, dimana strategi tersebut haruslah menjawab semua tantangan kebutuhan di masa kini.

Kebutuhan bisnis dan aktivitas sehari-hari pun kini makin disponsori oleh teknologi. Startup seperti Uber, AirBnb, Gojek dan aplikasi sharing ekonomi sejenisnya makin hari makin tidak terlihat batasannya, dimana tembok antara fitur teknologi dengan kehidupan nyata sudah mulai sulit untuk dipisahkan, dan perlahan-lahan ternyata kita juga ikut terlibat di dalamnya. Semua ini membuktikan bahwa kedepannya manusia bisa akan sangat bergantung dengan teknologi, bahkan mungkin dalam sektor-sektor lainnya yang belum terjamah hanya tinggal menunggu waktu.

Dari startup muncul inovasi, inovasi yang dibuat dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah dimana solusi masalah tersebut diselesaikan dengan fitur khusus, kemudian lagi-lagi fitur tersebut dirangkai dengan kumpulan basis kode yang saat ini dikembangkan oleh beribu-ribu developer di seluruh dunia. Terlihat sepele bukan ?, dimana kalau kita mengingat sejarah pengembangan software di Indonesia ini dulunya sangat dipandang sebelah mata, namun kini mulai terlihat “Cukup Seksi” di mata para penggiat startup. Karena setuju atau tidak developer menjadi tonggak berdirinya sebuah bisnis digital terlepas dari kualitas dan nilai-nilai yang ada pada developer tersebut.

Bila sebuah startup sangat bergantung pada inovasi dan solusi yang ditawarkan dalam bentuk produk, lalu sebuah produk sangat amat bergantung pada “pembuatnya” yang dalam konteks ini kita sebut developer dan timnya, maka masa depan sebuah perusahaan sangat dapat dilihat dari kualitas tim ini, karena disitulah proses “keajaiban” terjadi dalam penulisanbaris-baris kode, testing sampai pada penyelarasan tampilan antarmuka setiap harinya.

Di sisi lain, developer atau programmer pada umumnya mempunyai potensi yang cukup besar. Dibalik sifat “geek” yang terlihat developer mempunyai pandangan hidup sendiri menurut apa yang mereka yakini bahwa itu benar dan bukanlah orang yang mudah menerima pendapat, bahkan cukup keras kepala dalam menilai sesuatu. Setidaknya itu yang saya rasakan pada diri saya sendiri. Dalam pandangan lainnya developer adalah manusia yang cukup unik, mereka mempunyai ketertarikan lebih dalam sebuah sistem. Terlepas dari bahasa pemrograman yang mereka gunakan, biasanya mereka yang terlalu terobsesi dengan sebuah struktur yang baik adalah developer yang baik, sedangkan yang terlalu mencintai kodenya karena menganggap terlalu precious untuk diubah atau dikembangkan adalah developer yang buruk.

Mengapa demikian? Di era ini dunia development bergerak sangat cepat, anda tidak lagi bisa menggunakan semua bahasa pemrograman yang anda suka, juga tidak bisa tetap bertahan dengan bahasa pemrograman ataupun teknologi yang telah digunakan bertahun-tahun lamanya, setiap menit update dan skema baru bermunculan, tidak lagi membutuhkan banyak waktu untuk melahirkan teknologi selanjutnya, hal ini seperti sebuah efek domino yang berkembang sejak open source disuarakan. Ada developer sangat merasa terusik ketika proses pembaharuan terhadap sistem, fitur, atau bagian kode hasil buatannya dilakukan. Mereka yang menganggap bahwa sistem yang mereka bangun tidaklah obsolete, dan merasa tetap sempurna dalam ketidaksempurnaan sebuah sistem akan membawa sebuah kiamat dalam sistem yang berefek pada kelangsungan bisnis.

Developer adalah manusia cerdas, tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan mereka dalam mentranslasikan keinginan “bisnis” ke dalam baris kode adalah suatu keahlian tersendiri pada abad ini, bahkan saya sering berfikir saya adalah seorang pecundang jika saya tidak hidup di jaman digital ini, karena mungkin di masa lalu atau dalam jenis kehidupan yang berbeda saya tidak lebih dari seorang pemalas yang tidak produktif dan tidak mempunyai passion apapun untuk dilakukan.

Dunia saat ini indah (menurut saya setidaknya) karena banyak hal yang dapat kita capai untuk memperbaiki hidup ini dan hidup umat manusia hanya berawal dari depan komputer kita, membayangkan suatu pemecahan masalah dan menuangkannya dalam bentuk ide dan inovasi adalah hal terindah yang kita bisa lakukan. Saya percaya bahwa banyak cara untuk merubah dunia, dan teknologi adalah cara kita dalam memperbaiki dan membuat kekurangan yang ada dapat teratasi dengan hal-hal kreatif yang kita pikirkan, karena saya selalu percaya kunci dari sebuah keberlangsungan bisnis adalah inovasi.